MALANG – Guna mewujudkan komitmen dalam pengabdian masyarakat, Program Studi (Prodi) Teknik Lingkungan ITN Malang berk

olaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengawali program pendampingan menuju Kampung Proklim (Program Iklim) di RW 11, Kelurahan Merjosari. Langkah perdana kolaborasi ini diwujudkan dengan partisipasi aktif dosen ITN Malang sebagai juri dan narasumber dalam “Lomba Lingkungan RW 11 Merjosari” pada Jumat, 16 Agustus 2025. Kegiatan ini

menjadi titik tolak yang strategis, di mana aspek teknis dan akademis dari

dunia kampus disinergikan dengan kebijakan dan regulasi dari pemerintah daerah. Hadir sebagai personil kunci dalam kegiatan tersebut adalah Ir. Sudiro, S.T., M.T., selaku Koordinator Pengabdian Masyarakat Prodi Teknik Lingkungan ITN Malang, dan Tri Santoso, S.Si., M.AP., M.IDS, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Malang. Keduanya bertindak sebagai juri sekaligus narasumber dalam lomba tersebut. Dr. Pardiman, SE., MM, Ketua RW 11, hadir tidak hanya sebagai tuan rumah tetapi juga sebagai motor penggerak utama yang memotivasi warganya.

Sudiro dan Tri Santoso diskusi bersama warga

Sebagai bentuk pengabdian masyarakat, kehadiran tim dari ITN Malang tidak hanya sebagai penilai, tetapi juga sebagai mitra yang memberikan pendampingan, arahan, dan evaluasi terhadap kondisi lingkungan serta kesiapan warga setempat. Lomba lingkungan yang dinilai mencakup berbagai aspek, seperti pengelolaan sampah rumah tangga, penghijauan, keteduhan, dan inovasi-inovasi lingkungan lain yang dilakukan oleh tiap rumah tangga. Penilaian ini sekaligus menjadi assessment atau pemetaan awal untuk menyusun strategi menuju Kampung Proklim.

“Kegiatan ini merupakan langkah konkrit link and match antara tri dharma perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Melalui pendampingan berkelanjutan dari Prodi Teknik Lingkungan ITN Malang, kami berkomitmen untuk mentransfer ilmu dan teknologi tepat guna kepada warga RW 11 Merjosari. Tujuannya agar mereka tidak hanya memenangi lomba hari ini, tetapi terutama mampu mengelola lingkungannya secara mandiri dan berkelanjutan sehingga memenuhi kriteria Kampung Proklim,” ujar Ir. Sudiro, S.T., M.T., saat menyampaikan sambutan dan arahannya.

Sementara itu, Tri Santoso, S.Si., M.AP., M.IDS., mengapresiasi tinggi kolaborasi dengan dunia kampus dan leadership yang ditunjukkan oleh Ketua RW. “Dukungan dari ahli di bidangnya dari ITN Malang sangat berharga. Yang juga patut diacungi jempol adalah semangat dan kepemimpinan Pak Pardiman dalam menggerakkan warganya. Kombinasi antara pendampingan teknis, kebijakan pemerintah, dan leader yang kuat di tingkat akar rumput seperti ini adalah formula pasti untuk mempercepat terwujudnya Kampung Proklim,” paparnya.

Dr. Pardiman, SE., MM., menegaskan komitmennya sebagai leader wilayah untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. “Ini adalah mimpi besar bersama warga RW 11. Kami ingin membangun kesadaran dari diri sendiri bahwa lingkungan yang bersih dan asri adalah tanggung jawab kita bersama. Dukungan dari Pak Sudiro dan ITN Malang, serta Bapak Tri Santoso dari DLH Kota Malang, adalah suntikan semangat dan ilmu yang sangat kami butuhkan. Sebagai Ketua RW, saya akan terus memotivasi dan mengawal langsung setiap prosesnya, memastikan semangat gotong royong ini tidak padam sampai tujuan kita menjadi Kampung Proklim tercapai,” tuturnya dengan penuh keyakinan.

Program Kampung Proklim sendiri adalah program berlingkup nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang mendorong masyarakat untuk melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara mandiri. Kolaborasi antara Prodi Teknik Lingkungan ITN Malang, DLH Kota Malang, dan kepemimpinan aktif Dr. Pardiman di RW 11 Merjosari diharapkan dapat menjadi pilot project yang sukses dan dapat direplikasi di wilayah lainnya.