Mahasiswa Teknik Lingkungan S-1 ITN Malang foto bersama usai menanam salah satu bibit bambu di Embung Mata Air Kehati. (Foto: HMTL ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Mahasiswa Teknik Lingkungan S-1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) turut memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2023. Perwakilan Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) ITN Malang ikut menanam bibit bambu, dan peresmian Embung Mata Air Kehati di Maliki Biodiversity Forest, Hutan Kampus UIN Malang, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada Sabtu, (25/11/23).

Ketua HMTL ITN Malang, Hani Bagus Firnanda mengatakan, kegiatan yang diikuti berbagai elemen masyarakat ini bertujuan untuk menjaga ekosistem, dan restorasi sungai. Seperti tema yang diusung River Revival, Reviving The Lifelines and Nature Restoration.

“Kami semua ikut merawat sumber mata air kehati sebagai hilir sungai Sumber Brantas. Juga melestarikan tanaman bambu, dan melepas bibit kembang ikan pada embung mata air kehati,” kata Hani.

Baca juga : Ikut Peduli Terhadap Kualitas Air Sungai Brantas, ITN Malang Dukung Brantas Project Clean Industry Initiative

Selain mahasiswa Teknik lingkungan ITN Malang kegiatan dihadiri oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Dinas Potensi Dirgantara (Kadispotdirga) Lanud Abd Saleh, PUPR Kota Batu, Komunitas Alamku Hijau, Dirut Perum Jasa Tirta, HMPS UIN Malang, HMJ Pengairan UB, HIMASOS UMM, Komunitas Donor Pohon, dan masih banyak yang lainnya.

Kegiatan diawali dengan Apel Hijau, serah terima bantuan dan foto bersama, peresmian Embung Mata Air Kehati, penanaman bibit pohon bambu secara simbolis, dan persemaian keanekaragaman bambu.

Perwakilan HMTL ITN Malang mengikuti kegiatan memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2023 di Maliki Biodiversity Forest. (Foto: HMTL ITN Malang)

Menurut Hani, kurang lebih ada 50 – 70 pohon bambu yang ditanam. Pohon bambu memang memiliki manfaat ekologi untuk konservasi air, dan tanah khususnya di daerah aliran sungai. Akar bambu mampu menahan erosi dan dapat meningkatkan volume air dalam tanah, dengan begitu mampu meningkatkan cadangan air di embung mata air kehati.

“Bambu dapat tumbuh dengan cepat, juga dapat menyerap karbon dioksida yang baik, sekaligus melestarikan keanekaragaman pohon bambu,” jelasnya.

Dikatakan Hani, menjaga dan melestarikan lingkungan menjadi kewajiban bersama. Sebagai pemuda, mahasiswa bisa menjaga lingkungan dimulai dari hal kecil. Seperti menjadi panutan dalam berperilaku sehari-hari. Misalnya membuang sampah secara terpilah pada tempatnya, ke kampus naik sepeda atau jalan kaki bagi yang kosnya dekat, dan lain-lain.

Baca juga : Bersama PPK Ormawa ITN Malang, Desa Sumberejo Buat Biobriket Potensi Ekspor

“Kedepannya semoga embung mata air kehati terus lestari, dan tanaman bambu tersebut bisa tumbuh subur sehingga kelak bisa bermanfaat,” harapnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

Download PDF