Dosen ITN Malang Turut Berpartisipasi sebagai Juri Urban Farming Kota Malang

Sudiro, ST MT dosen Teknik Lingkungan S-1 ITN Malang (paling depan) mengunjungi demplot urban farming di salah satu kelurahan di Kota Malang. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Dosen Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang kembali berpartisipasi pada program pemerintah Kota Malang. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Sudiro, ST MT dosen Teknik Lingkungan S-1 ITN Malang menjadi juri pada Lomba Urban Farming Kota Malang.

Lomba urban farming sebagai upaya pembinaan kepada masyarakat yang bergabung dalam kelompok-kelompok di kelurahan. Mereka membudidayakan tanaman pangan di Kota Malang. Memanfaatkan lahan pekarangan yang terbatas untuk budidaya tanaman sayuran, toga, tanaman hias, hingga budidaya perikanan, sehingga bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

“Festival urban farming sasarannya pada kelompok masyarakat dibawah pembinaan kelurahan. Diikuti 57 kelurahan se Kota Malang. Kegiatan ini untuk memancing masyarakat di perkotaan agar memiliki kegiatan dan melakukan budidaya tanaman pangan di lahan sempit,” ujar Sudiro saat ditemui beberapa waktu lalu.

Ada lima juri yang terlibat dalam penjurian lomba urban farming. Yakni, dari unsur perguruan tinggi, PKK Kota Malang, kader lingkungan Kota Malang, penyuluh pertanian, dan Dispangtan Kota Malang. Lomba yang berlangsung tiga tahap ini dimulai dari Mei-September 2022, dan telah menghasilkan pemenang. Juara pertama dari RW 8 Kelurahan Lesanpuro, juara kedua RW 10 Kelurahan Pandanwangi, dan peringkat ketiga RW 3 Kelurahan Tunjungsekar. Penilaian lomba dirangkaikan dalam peringatan Hari Pangan Sedunia ke-42 Tahun 2022 yang digelar di Gedung Kartini Imperial Building, pada Selasa, 25 Oktober 2022.

Baca juga : Dosen Teknik Lingkungan Kampus Biru Terjun ke Kampung Bersinar

Keterlibatan akademisi Teknik Lingkungan ITN Malang pada lomba urban farming khusus membahas penataan dan pengelolaan hasil urban farming. Sudiro selain sebagai tim juri sebelumnya juga sebagai narasumber yang memberi sosialisasi, edukasi, dan pembinaan tata cara urban farming yang baik, menata kawasan, dan mengelola hasil urban farming kepada peserta.

Sudiro ST MT, tenaga ahli Teknik Lingkungan ITN Malang, (bertopi) menjadi juri Urban Farming Kota Malang. (Foto: Istimewa)

“Di sini (kegiatan) masyarakat juga diharapkan berkontribusi dengan tanaman pangan untuk penghijauan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dibidang ketahanan pangan,” imbuh tenaga ahli Teknik Lingkungan ITN Malang ini.

Sebagai akademisi Sudiro berharap, kegiatan urban farming akan terus berkesinambungan. Kegiatan kedepannya juga akan membuka kesempatan kolaborasi antara masyarakat, dengan perguruan tinggi sebagai tindak lanjut. Pangkalnya, peserta lomba ada yang berhasil, dan ada yang tidak berhasil mengelola urban farming.

“ITN menerima dengan senang hati jika masyarakat meminta ITN sebagai mitra. Apalagi ITN Malang adalah salah satu atau perguruan tinggi teknik yang memiliki prodi-prodi relevan,” katanya.

Perlu diketahui, ITN Malang memiliki prodi teknik kimia yang ahli dalam pengolahan pangan. Teknik lingkungan mempunyai keahlian mengelola limbah padat menjadi pupuk. Prodi Perencanaan dan Kota (PWK) mampu membina berkaitan dengan penataan landscape di demplot kawasan tertentu, serta teknik industri, prodi bisnis digital, dan lain sebagainya.

Baca juga : Tresno Baturetno, Wisata Minat Khusus Desa Penghasil Kopi Karya KKN Tematik ITN Malang Angkat 8 Isu Strategis

“Kegiatan ini sangat bagus. Semoga masyarakat semakin bisa menyadari, dan berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan dengan bertanam sayur di lahan sempit,” tandas Sudiro. Menjadi juri lomba urban farming bagi Sudiro adalah kali kedua. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

Download PDF

Leave a Comment